KISAH NABI MUSA

NABI MUSA GAGAL FAHAM.
**KEPO MAU MELIHAT TUHAN ITU SEPERTI APA.

APAKAH ADA CARA LAIN YANG PALING MUDAH MELIHAT ALLAH TANPA HARUS HANCUR ATAU MATI...?

**KEPO = ngebet pengen tau segalanya. Kepo singkatan dari Knowing Every Particular Object.

Nabi Musa AS diberi Allah Mukjizat bisa ngobrol langsung dengan Allah. 

Allah turunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa setelah berpuasa 40 hari di gunung Thursina (jabal Thur/ Jabal Sinai / gunung Horeb di Semenanjung Sinai, Mesir)

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: 
“Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. 
Tuhan berfirman: 
“Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. 
Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. 
Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: 
“Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.
(al-Qur’an surah Al-Araf ayat 143)

Hikmah dari cerita ini.

Tidak ada makhluk hidup pun yang dapat melihat Allah kecuali ia akan mati, 
dan tidak ada makhluk yang kokoh dan keras seperti batu, gunung, dan sejenisnya yang dapat melihat Allah kecuali ia akan hancur.

Nabi Musa orang yang kritis, meski sudah pingsan tetap saja beliau penasaran:
Ya Allah, adakah cara lain supaya bisa melihatmu tanpa melalui kehancuran dan kematian...???

Tentu saja ada...
Hai Musa.
Di dalam dirimu itu ada 7 sifaf milikKu yang menjadi Nyawa (Ruh) bagimu sehingga engkau bisa hidup. 

Aku adalah Tuhanmu Yang Bersifat Maha Esa. 
Supaya ibadahmu / pengabdianmu murni karena Aku, matikan semua sifat egomu yang menyekutukan Aku itu supaya tidak menyerupai Aku.  
Sebab menyekutukan sifatmu dengan Aku itu adalah perbuatan syirik. Dosa syirik tidak pernah Aku ampuni karena sifat syirik itu mengaku sebagai Tuhan selain Aku. Aku Maha Esa, Aku tak mau disekutui.

Hai Musa.
Engkau bisa bergerak bukan karena ada punya kaki dan tangan. Tapi bisa bergerak itu karena sifat QUDRAT-KU.

Engkau merasakan sesuatu dan berkehendak ingin ini dan itu bukan karena ada nafsu. Tapi kehendak itu karena sifat IRADAT-KU.

Engkau pintar memikirkan sesuatu bukan karena punya akal / otak. Tapi pengetahuanmu itu ada karena sifat ILMU-KU.

Engkau hidup bukan karena ada nyawa (ruh). Tapi engkau bisa hidup itu karena sifat HAYAT-KU. Matikan sifat hidupmu, supaya engkau merasakan bertemu dengan-Ku. 

Engkau bisa mendengar bukan karena punya telinga. Tapi bisa mendengar itu sebab sifat SAMA'-KU.

Engkau bisa melihat bukan karena punya 2 mata. Bisa melihat itu karena sebab sifat BASHAR-KU. Gantilah penglihatanmu yang payah itu dengan penglihatan-Ku. Artinya Akulah yang menglihatkanmu melalui mata (syuhudullah).

Engkau bisa bertutur kata bukan karena punya mulut dan lidah. Tapi bisa bicara itu karena sebab KALAM-KU. Bacalah kitab-Ku dengan Kalamullah agar engkau merasakan kebesaran-Ku.

Perhatikan olehmu jenazah orang yang sudah mati (mayat). Anggota badannya lengkap, ada kaki tangan, ada otak, ada telinga, ada mata, ada mulut. Tapi ia tak bisa apa-apa. Tidak hidup. Tidak ada daya dan upaya. 

Sesungguhnya makhluk bisa bergerak, berkehendak, pintar, hidup, mendengar, melihat, berbicara itu karena sebab ada ALLAH wujud dalam nyawanya.

Apabila Aku mengasihi / mencintai hamba-Ku, 
Aku matikan ia (fana') 
sehingga Akulah sebagai gantinya (tabdil).

Dalam hadist, Qudsi Allah berfirman:
"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada yang paling Aku cintai dari seorang hamba kecuali beribadah kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya. 
Adapun jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya. 
Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, 
(Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, 
menjadi tangan yang dia memukul dengannya, 
menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. 
Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi."

اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ  ۗ  مَا خَلَقَ اللّٰهُ  السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَاۤ اِلَّا بِالْحَقِّ وَاَجَلٍ مُّسَمًّى  ۗ  وَ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَـكٰفِرُوْنَ 
Mengapa mereka tidak memikirkan tentang kejadian diri mereka sendiri? 
Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. 
Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya. (Al Qur'an : Ar-Rum : 8)

Komentar