Felix Siauw Official:


Kalau Bukan Muslim, Wajar Sekuler

Bagi mereka yang tidak beragama, atau agamanya tidak punya aturan yang jelas, wajar bagi mereka untuk memilih sekularisme menjadi jalan kehidupan mereka

Setidaknya itulah yang ditunjukkan masyarakat barat selepas Rennaisance, kejumudan hidup karena menerap agama harus dicarikan solusinya, sekularisme itu

Bagi mereka sekularisme adalah jawaban atas kehidupan yang bagi mereka dibelenggu agama, sedangkan agama mereka saat itu malah jadi sumber masalah

Alih-alih mengatur manusia, masyarakat barat justru melihat agama adalah jalan untuk memeras rakyat, tirani minoritas atas mayoritas, semena-mena, tak adil

Kaum borjuis diback-up gerejawan, atas nama agama menindas rakyat banyak. Hal ini menjadikan para cendekiawan bergerak, dan membela kaum proletar

Mereka lalu muncul dengan konsep pemisahan kekuasaan, agar tak ada yang disebut "divine power", kekuasaan absolut yang dipegang raja atas nama tuhan

Jadilah yang kita kenal dengan "separation of church and state", konsep sekularisme, memisahkan antara agama dan kehidupan, agama tak boleh mengatur kehidupan

Mereka berhasil, peradaban barat maju sebab itu, karena tak ada lagi kekakng agama dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat banyak di sana

Peradaban barat tegak atas sekularisme, memisahkan agama dalam kehidupan, bahwa agama tak boleh mengatur publik, karena mereka punya pengalaman buruk

Lucunya, kaum Muslim yang terbaratkan ini ingin ikut-ikutan. Mereka lupa justru kebangkitan kaum Muslim adalah sebab Islam, meninggalkan Islam itu kehancuran

Sebab Islam beda dengan agama lain, Islam adalah diin, agama sekaligus ideologi, yang membangkitkan dan memberikan solusi terhadap semua urusan kehidupan

Maka bila ada Muslim yang sekuler, bisa jadi dia tak paham sempurnanya Islam, atau bisa jadi dia meyakini ada aturan lebih baik daripada aturan Allah

Yang pertyama bisa diajari dan dipahamkan, tapi yang kedua ini bentuk kesombongan dan keangkuhan. Yang pasti berujung pada kesengsaraan dunia-akhirat

Bila agama tak boleh dibawa dalam kehidupan sosial, tak boleh mengatur politik, kepemimpinan dan sebagainya, mengapa aturan selain Islam boleh mengaturnya?

Tambahan lagi, lalu apakah kita pikir Allah turunkan Al-Qur'an dan Rasul-Nya hanya untuk jadi wacana? Tidak, Kitabullah dan Sunnah adalah aturan bagi kehidupan

Komentar