KASUS QATAR, adalah bukti betapa taatnya Arab Saudi pada Amerika Serikat..
Tidak hanya sekedar ikut2an, A.Saudi bahkan menjadi pioner dalam menggalang dukungan negara2 teluk untuk memblokade Qatar.
Kenapa Saudi melakukannya?
Simpel! Karna AS (Amerika Serikat) memerintahkannya. Dan tdk ada sikap lain bagi Saudi kecuali; sam'an wa tha'an. Sehingga, meski selama ini hubungan Bilateral Saudi-Qatar baik2 saja, begitu AS menghardik Qatar maka tak ada lagi persahabatan baginya. Ini titah The BIG BOSS!
Lalu, kenapa AS ingin "menggebuk" Qatar? Tentu, tidak ada misi apapun bagi Amerika, melainkan kepentingan. Untuk kasus Qatar, setidaknya mereka punya dua kepentingan;
1. Menekan kekuatan Harakah2 Islam yg diduga kuat dapat support dana dari Qatar. Diantaranya: ikhwanul Muslimin, HAMAS, dll..
AS MENUDUH bhwa Qatar adalah sumber dana "terorisme". Maka dg boikot, mereka berharap mengempeskan 'kantong' Qatar hingga tak lagi mensubsidi "teroris".
"Teroris2" itu diangap membahayakan kepentingan2 AS di kawasan teluk. Mereka adalah "duri" bagi Israel, anak emas Amerika.
2. AS sudah lama mengincar sumber daya Minyak Qatar untuk dikuasai total tanpa Ampun. Memang selama ini, AS msih mengendalikan retri-distribusi perminyakan. Tapi mereka tetap harus beli. Dan sekali lagi, ia tdk rela jk dolarnya mengalir kpd pemerintah Qatar untuk kemudian disumbangkan kpd harakah2 Islam yg mereka sebut sebagai "Teroris". Ternyata, Qatar pun masih bisa
bermesraan dg Iran. Sesama produsen minyak yg relatif lebih mandiri. Maka AS pun makin kalap!
Isu Sunni-Syiah akan kembali dimainkan! Isu ini akan jadi "bensin" guna membakar sentimen permusuhan yg dibalut dg retorika "DEMI AQIDAH TAUHID"
Maaf saja, sejak awal saya tdk tertarik dg jualan murah Amerika yg masuk dalam domain teologi Islam.
Menurut saya, POLITIK ISLAM itu adalah sumber kedamaian dan rahmat bagi semesta alam.
Sedangkan POLITIK AMERIKA itu adalah sumber konflik dan kekacauan bagi dunia.
Lah, kita2 yg konon katanya "berpegang pada Allah dan rasulNya" kok bisa2nya ribet berkonflik dengan sesama?? Sehingga memunculkan stigma "Dunia Islam Kacau dan Berantakan"!
Ternyata, bukan karna ISLAMnya!
Bukan karna TAUHIDnya!
Bukan karna MANHAJ SUNNAH!
Tapi karna salah menempatkan afiliasi politiknya ke Amerika!
Maka dari dulu saya nggak pernah ikut2an pendapatnya Alumni Saudi. Kecuali ilmu2 Tsaqafahnya sy masih ikuti. Karna "Dendam politik" akibat politik Amerika menuggangi paradigma policy mereka..
Tentu saja Not at ALL!
--------------------------
Hutri Agus Prayudo
Dengan POLITIK ISLAM, saya yakin Rahmat akan terpancar untuk alam semesta..
Komentar
Posting Komentar