Kumpulan Kata Mutiara Hati

Berikut kumpulan kata mutiara hati , dengan harapan hati ini mampu mencerminkan tindak tanduk yang berarti.

1. Perjuangan Melahirkan Kenikmatan
Hidup ini sangatlah indah. Tapi, sering kali kita memandang bahwa keindahan itu haruslah selalu melahirkan keceriaan dan terkadang keceriaan itu membuat kita lupa kepada-Nya. Padahal tanpa kita sadar, kepiluanlah yang membuat kita memahami betul akan hakikat keindahan itu.
Karena setelah kita lelah berjuang, sebuah kenikmatan senantiasa membanjiri raga ini, yaitu ketika tiba saatnya kita mampu menembus kepiluan itu. Segala cobaan yang menerpa haruslah menjadi sebuah motivasi yang mendorong kita agar selalu dekat kepada-Nya.

2. Bersyukurlah Kita
Tidak sedikit orang yang bertambah nikmatnya, tetapi malah berkurang rasa syukurnya karena ia terlalu terbuai dengan nikmat dunia. Nikmat tersebut seharusnya merupakan lahan baru untuk berbuat kebaikan sehingga rasa syukur tersebut merupakan alat pancing dan modal utama untuk memperoleh segudang nikmat berikutnya, karena Tuhan kita itu Maha Pemberi Pertolongan.

3. Panggung Sandiwara
Sebuah ungkapan menyebutkan bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara. Seharusnya manusia akan merasa malu jika dalam sebuah panggung pertunjukan, ia melakukan kesalahan. Selain mukanya yang berubah memerah, ia pun akan merasa gugup bukan main walaupun kesalahan itu tak seberapa. Tapi kini kenyataannya, meskipun manusia itu berlumur dosa, terkadang seolah kehilangan rasa malunya akan kesalahan yang ia buat.

4. Mengubah Kekurangan Menjadi Suatu Kelebihan
Orang yang memiliki harta berlimpah merupakan suatu kewajaran jika ia mampu memenuhi kebutuhannya. Seseorang yang jauh dari kecukupan tetapi ia tidak bergantung kepada orang lain atas kekurangannya itu, maka hal tersebutlah yang dikatakan istimewa.
Orang yang pandai dalam menyikapi hidup ini akan tanggap dalam menghadapi keterbatasannya. Bukan dengan cara yang tidak terhormat, tetapi dengan mengoptimalkan segala kemampuan pikirnya sehingga perilaku yang ditampilkan pun terhindar dari kerusakan.

5. Menafsirkan Karunia-Nya
Kesedihan bukan berarti petaka, kepiluan bukan berati hukuman, dan cobaan bukan berarti penindasan. Jika mampu mengolah dan merenungkan semua itu, maka kasih sayang-Nya mampu kita resapi dan perlahan mampu dinikmati. Dugaan kadang tak tepat, wujud asli kadang tak tersirat, tapi keyakinan dan keikhlasan mampu menuntun kita akan karunia-Nya yang kadang tersembunyi dalam derita.

6. Sang Maha Cinta
Seseorang yang dimabuk asmara, tentunya ia selalu dibayang-bayangi pujaannya. Kebaikan yang diberikan oleh sang kekasih hati seolah kebaikan yang hakiki. Padahal kemungkinan buruk mungkin saja terjadi yang mengakibatkan rasa indah itu hilang.
Tapi kita sering lupa bahwa setiap hari Tuhan menyapa kita dengan kasih sayangnya yang begitu deras dan tiada henti mengalir. Kita sering kali lupa, bahkan melupakan-Nya. Padahal Tuhan-lah Sang Pemilik cinta dan apabila tenggelam di lautan cinta-Nya, kita akan sadar bahwa hidup ini sangatlah indah. Sayangnya, keindahan itu kadang tak terjamah karena dosa kita yang tak terhitung.

7. Pelangi Penghias Bumi
Keberagaman bukanlah untuk memecah belah, justru keberagamanlah yang seharusnya menjadi alat pemersatu. Keberagaman itu mampu melengkapi dan dengan keberagaman, kita bisa saling berbagi. Jika tali persaudaraan tetap merekat, maka warna-warni indah pun dapat mebentuk harmoni layaknya pelangi.
Perbedaan ibarat hiasan yang membuat hidup ini menjadi lebih hidup. Jika ada aku dan engkau di dunia ini, hidup ini terasa lebih indah. Jika ada mentari serta hujan yang menyelimuti bumi, maka akan ada pelangi yang menawan hati.

8. Motivasi Mampu Menembus Mimpi
Bermimpilah karena dengan bermimpi, jiwa ini akan terbang melayang di setiap alur harapnya. Mimpi mampu menggerakkan kaki kita untuk melangkah ke jalan yang sebelumnya tak yakin untuk kita arungi. Jika ada satu titik jenuh ketika kita harus terus bermimpi, maka ubahlah mimpi itu menjadi tak sekadar angan hingga kita mampu menjemput keberhasilan yang tak sebatas harap.

9. Menyambut Kritikan
Pujian yang datang kita sambut dengan melayang dan kadang membuat diri ini melupakan Sang Pemilk keindahan. Bahkan, kita sering kali mengejar pujian itu agar terbuai dan berbangga diri. Tapi apa jadinya jika yang datang menghampiri adalah sebuah kriktikan? Meskipun kritikan itu bersifat membangun, kita kadang menutup telinga dan mata hati kita untuk berlapang dada.
Kita lebih mudah mengingat pujian orang daripada kritikannya. Sesungguhnya, kritikan yang baik mampu mengubah arah hidup kita ke jalan cahaya. Jika berbangga diri atas segala yang telah dimiliki, maka kita harus lebih berbangga hati karena Tuhan lebih Maha Memiliki disertai syukur nikmat kepada-Nya.

10. Memaknai Hari dengan Berbagi
Memberi melahirkan pesona tersendiri. Alangkah indahnya atmosfer hidup ini jika dalam setiap jiwa manusia tertanam keinginan untuk saling mengasihi. Memberi ketika hidup tak berlumur materi sangatlah luar biasa daripada kita sibuk memperkaya diri sendiri tanpa adanya rasa saling peduli. Dengan berbagi, harta kita tak akan hilang, justru pahala tak akan mampu terbilang. Memberi dengan ikhlas adalah jembatan bagi kita untuk merengkuh kasih sayang-Nya.

11. Mengenali Masalah
Berserah diri kepada-Nya adalah tempat berlabuh yang paling tepat, sedangkan lari dari masalah akan membuat kita semakin dikejar kegelapan dan terjauh dari titik terang. Jangan merasa takut dengan cobaan, tetapi merasa takutlah jika cobaan itu berakhir dengan pengikisan keimanan kita.
Kenalilah setiap permaalahan agar kita tidak merasa asing jika mendapatinya kembali di kemudian hari. Setiap pundi-pundi rintangan sejatinya mampu mendewasakan kita. Jika pengalaman adalah guru yang terbaik, kita pun harus menjadi murid yang teladan.

12. Jiwa yang Tenang
Kesederhanaan tidaklah membuat kita terlihat lebih rendah. Kesederhanaan akan menciptakan suatu ketenangan batin yang tak ternilai harganya. Jika diri ini dihiasi dengan kemewahan, rasa sombong dan gila pujian pun akan menggoyahkan ketenangan jiwa ini.
Apakah kemewahan itu akan membuat kita lebih khusyuk dan tunduk tawadhu kepada-Nya? Atau malah sebaliknya? Kesederhanaan akan melahirkan kebersahajaan yang membuat kita terbangun dan tersadar bahwa segala sesuatu itu bersumber kepada-Nya dan akan kembali kepada-Nya pula.

13. Melawan Gelisah
Kita sering kali mundur sebelum melaju, menyerah sebelum berusaha, dan gelisah sebelum menjalani. Ketakutan-ketakutan yang tak semestinya hadir ibarat bom atom yang menakut-nakuti gerak-gerik kita.
Hilangkanlah ketakutan itu sebelum membuat hidup kita statis. Karena untuk mencapai kehidupan yang dinamis, diperlukan langkah awal yang optimis. Perlu ada proses karena tidak mungkin sampai di puncak gunung jika enggan untuk menapaki setiap curam yang sesungguhnya mengajari kita untuk lebih bersabar dan berusaha.

14. Cinta Sejati
Jika rasa cinta kepada pujaan hati telah tertanam dalam benak ini, maka yang dirasa hanyalah dia. Jiwa dan angan ini seolah hayut di samudera cintanya. Jika kita terus berhubungan baik denganya, maka akan semakin susah untuk lepas darinya.
Begitu juga dengan rasa cinta kita terhadap Allah. Bila raga ini telah berikrar untuk selalu tunduk patuh kepada-Nya dan rasa cinta itu telah mengalir di setiap peredaran darah, kita pun akan senantiasa takut akan janji-janji-Nya yang tak hanya sekadar ancaman belaka. Jika cinta kepada-Nya, Allah akan membalasnya dengan karunia yang tak tertembus oleh nalar dan pikir kita. Beda halnya dengan kita mencintai pujaan hati yang mungkin saja berubah menjadi musuh sejati.

15. Bingkai Perjuangan
Jarum jam yang berputar seakan mengomandoi kita untuk terus melangkah ke arah cahaya. Mesti ada perubahan dalam hidup ini, tentunya menuju jalan yang semakin terang. Walau semuanya tak mudah, bukan berarti cara mewujudkannya itu susah.
Bingkai perjuangan dan kesabaranlah yang mampu membimbing kita dalam melewati terjalnya medan kehidupan. Seperti halnya kupu-kupu yang senantiasa bermetamorfosa dalam mewujudkan keindahan dirinya walau ia harus bersusah payah sebelumnya.
Untaian kata mutiara hati tak sekadar pelipur diri, namun dapat dijadikan sebuah motivasi ketika gundah menyiksa diri. Jika hati kian terkikis, maka Anda tak harus meringis. Apa salahnya jika Anda rajin menulis deretan kata mutiara hati sehingga perlahan mampu terbebas dari rasa emosi.

Selamat mengenali dan menggali pesona kata mutiara hati guna memaknai hidup menjadi kian berarti.

Komentar