Setiap tindakan tanpa berfikir secara matang, akan menghasilkan sesuatu yang tidak memuaskan. Juga terlalu lama berfikir tanpa tindakan dan instrospeksi hanya sia-sia belaka.
Bila ada bisikan kebaikan, maka laksakanlah jangan tunggu kesempatan yang lebih luas. Kadangkala kita sadar bahwa beramal kebaikan itu sangat penting, tapi kita seringkali mengundur-undurnya.
Sedekah contohnya, tidak sedikit seseorang mau bersedekah saat punya uang banyak, Padahal sedekah itu tak harus menunggu kaya baru anda mau bersedekah.
Begitu juga dengan kebaikan lainnya, Fikirkan dan Lakukanlah segera, sebelum bermunculan masalah-masalah lainnya.
Terlalu lama berfikir tanpa solusi, juga akan sia-sia.
Ibarat Anda sedang mengendarai mobil, tentunya membutuhkan kaca spion sebelum melakukan aksi terobosan yang memukau. Namun demikian, Anda dilarang untuk selalu melihat kaca spion, sebab bagaimanapun juga finish pasti ada di depan, tidak mungkin ia ada di belakang Anda. Ya, tak baik terlalu lama melihat masa lalu, maafkanlah ia, dan fokuslah pada kenikmatan Allah yang dihadirkan hari ini, seraya bergeraklah ke depan menuju kenikmatan-kenikmatan berikutnya.
Ingat!
Masalah yang dihadirkan Allah kepada kita bisa menjadi UJIAN tapi bisa juga menjadi ADZAB. Tergantung kita menempatkannya. Dan tergantung dosa-dosa kita. Mulai saat ini, dengan keyakinan penuh dari hati, marilah kita selalu berpikir positif terhadap masalah yang datang silih berganti. Karena masalah adalah ibarat kesulitan yang menghadirkan suatu keistimewaan.
Lakukanlah amal kebaikan sebelum kesempatan waktu yang diberikan ALLAH habis.
Ketika ada keinginan berbuat baik, sebenarnya saat itu hati anda mulai terbuka, Karena apabila hati sudah mulai membaik setiap hikmah kebaikan selalu ingin diamalkan.
Semoga Allah menerima seluruh niat dan amal kebaikan kita dan tak henti memberi kita hidayah dan taufiq-Nya.
Renungkanlah terjemahan surat Ar-Ra'd ayat 11.
....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
.... artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” .
apakah hikmahnya dari sepenggal dari ayat di atas?
Renungkanlah!
Repost :Farillah Handayani Rabby
Follow Motivasi Hijrah Indonesia
Follow Motivasi Hijrah Indonesia
Komentar
Posting Komentar