Hanzhalah yg dimandikan Malaikat

Hanzhalah bin Abi Amir bin Shaifi bin Zaid bin Umayyah bin Dhabi’ah. Beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah dari Bani Amr bin Auf yang merupakan bagian dari kabilah Aus, salah satu dari dua kabilah di Madinah yang disebut Al Anshar.
.
Kurang lebih tiga tahun berselang, sejak Hanzhalah pertama kali merasakan manisnya iman dan melihat indahnya menjalani syariat Islam. Allah takdirkan kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy berperang.
.
Terabadikan pada bulan Syawal tahun ke-tiga hijriyah, pecah pertempuran Uhud antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy di kaki bukit Uhud yang berjarak 5 mil dari Masjid Nabawi. Pasukan Quraisy datang untuk membalas dendam atas korban-korban mereka yang terbunuh pada perang Badar setahun silam.
.
Namun kala itu juga, Hanzhalah baru menikah dengan Jamilah binti Abdillah bin Ubay.
.
Kemudian, saat di medan Uhud, Hanzhalah segera melaju cepat ke depan. Dia terus membelah barisan musuh hingga mencapai letak Abu Sufyan Shakhr bin Harb, komandan pasukan lawan. Hanzhalah berhasil menghempaskannya ke tanah dan hampir membunuhnya. Tapi siapa sangka, justru Hanzhalah yang gugur dengan tebasan pedang Syaddad ibnul Aus yang datang seketika.
.
Seusai pertempuran Uhud, kaum muslimin pun leluasa untuk mulai berkeliling memeriksa saudara-saudara mereka yang menjadi korban di medan perang, baik mereka yang terluka maupun yang meninggal dunia. Kemudian Rasulullah ﷺ berdiri di antara jenazah-jenazah para syuhada.
.
Rasulullah mendapati jasad Hanzhalah diam tergeletak di atas tanah. Tapi anehnya, jasad tersebut basah dan terlihat air menetes-netes darinya. Menjawab keheranan para sahabat, rasulullah memberitahu bahwa beliau melihat beberapa malaikat tengah memandikannya.
Sebagaimana “Temuilah istri Hanzhalah! Dan tanyakanlah perihal Hanzhalah kepadanya!” perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat.
.
Datanglah mereka kepada istri Hanzhalah yang bernama Jamilah binti Abdillah bin Ubay bin Salul dan menanyakannya. Dia menjawab, “Hanzhalah berangkat dalam keadaan junub ketika mendengar panggilan jihad.”
.
Tak khayal, Hanzhalah bin Abi 'Aamir dan Jamilah adalah sepasang pengantin baru yang tak lebih dari satu malam bertemu. Allah memberkahi perjumpaan keduanya yang singkat itu. Jamilah mengandung janin Hanzhalah dan melahirkan sembilan bulan kemudian. Bayi itu diberi nama Abdullah.
.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sungguh, teman kalian ini sedang dimandikan oleh para malaikat.” .
Oleh karena itu, Hanzhalah bin Abi 'Aamir digelari 'Gasilul Malaaikah' (orang yang dimandikan oleh para malaikat) atau al-Gasil (orang yang dimandikan).
[Lihat HR Ibnu Ishaq secara mu’allaq- Ibnu Hisyam, 3/107-108 dan al-Hakim membawakan riwayat ini dengan sanad (jalur periwayatan) yang bersambung tanpa putus. Beliau rahimahullah menilai riwayat ini shahih dan ini disepakati oleh adz- Dzahabi. Syaikh al-Albani menilai riwayat ini hasan sebagaimana dalam Silsilatul Ahaditsis Shahihah, no. 326]

Komentar