Jalan menuju Allah itu bersifat ruhaniah.
Mata lahir dan akal tidak akan mampu melihat jalan ini.
Yang mampu melihatnya hanyalah ruh atau hati yang bersih.
Sudah menjadi pengalaman kita, bahwa di jalan raya yang bersifat material banyak terjadi kecelakaan.
Padahal, jalan raya yang bersifat material itu, mata lahir kita bisa melihatnya.
Jalan raya itu juga dilengkapi dengan berbagai rambu lalu-lintas. Tetapi kecelakaan berlaku setiap hari. Ada yang tabrakan, ada yang serempetan, ada yang masuk jurang, ada yang terguling dan berbagai macam kecelakaan bisa terjadi di jalan yang begitu jelas terlihat dengan mata kepala kita.
Belajar dari pengalaman ini, tentu kita dapat dengan mudah memahami kenyataan betapa susahnya menempuh jalan ruhani (jalan menuju Allah).
Berbagai macam kecelakaan ruhani menimpa kita setiap harinya. Coba kita review kembali kecelakaan-kecelakaan ruhaniah yang menimpa kita tiap hari. Ada perempuan lewat, mata kita tak berkedip. Di uji oleh Allah dengan kehilangan barang kesayangan, rumah terbakar, hendak menikah ternyata ditinggal kawin oleh calon suami/istri, dll maka kita pun complain dengan Allah.
Kita tak puas hati dengan ketentuan Allah.
“mengapa itu harus terjadi padaku?”
Bila mendapat nikmat, sombong, berbangga hati, tidak bersyukur.
Dalam majelis pertemuan resmi dengan Allah (sholat) tidak melahirkan rasa takut, tidak terasa hebatnya Allah.
Tetapi bila ketemu dengan bupati, gubernur, presiden atau atasan di tempat kerja terasa takut dan terasa kuasa mereka, sehingga kita begitu menjaga adab bila ada pertemuan dengan mereka.
Apabila berdakwah, kemudian dipuji orang maka hati pun berbunga (termasuklah menulis blog kemudian dipuji postingannya bagus-bagus, maka hatinya berbunga-bunga).
Nah, saking seringnya kita mengalami kecelakaan ruhaniah ini, maka kita perlu pimpinan dari orang yang mampu melihat dan paham jalan ini (jalan ruhaniah menuju Allah).
Orang ini disebut wali MURSYID (Guru Agung).
Mursyid sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam perjalanan ruhani yang beriman, bertaqwa dan berikhsan agar husnul khatimah menuju kepada Allah SWT, selamat di alam kubur/alam barzah tidak terkarantina.
Beliau dapat memimpin di bidang ilmu, akal atau hati, lahir maupun batin dan dalam semua hal sehingga hidup manusia dapat tertuju kepada Allah.
Mursyid Allah beri anugerahkan ilmu-ilmu yang luar biasa, ilmu lahir juga ilmu batin.
Karena pentingnya Mursyid ini, Imam Malik pernah berkata :
“Barangsiapa yang tidak mempunyai Mursyid (Guru Agung) maka syaitanlah yang akan menjadi Gurunya.”
Orang yang bisa memimpin hati/ruhani (Mursyid), hanyalah orang yang pintu hatinya terbuka, yaitu orang yang mempunyai basyirah.
Bukan sekadar akalnya yang terbuka.
Banyak orang yang akalnya terbuka, hingga dapat menangkap ilmu, tetapi sangat sedikit orang yang hatinya terbuka.
Mursyid itu ialah orang yang hatinya terbuka luas dan dapat memimpin orang lain.
Jadi setiap orang mesti mencari seorang Mursyid (Guru Agung) untuk memimpin dirinya walaupun dia Alim.
Setelah dia bertemu dengan Mursyid, maka lahir dan batinnya perlu diserahkan kepada Mursyid itu.
Dalam hal ini pula maksudnya seorang muslim di anjurkan untuk bertawassul (berperantara) kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan para salafush shalihin (Wali Mursyid) dalam berdo'a.
Hal ini bukanlah tanpa dasar, dalam Al Qur'an
Allah SWT berfirman :
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﺑْﺘَﻐُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺟَﺎﻫِﺪُﻭﺍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ
[QS. Al-Ma'idah : 35]
Ya ayyuhalladzina amanuttaqulloha wabtagu ilaihil-wasilata wa jahidu fi sabilihi la allakum tuflihun
Yang artinya :
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan carilah "Washilah" (jalan, perantara) untuk mendekatkan diri kepada Nya, dan berjuang lah di jalan Nya, agar kalian beruntung."
Itu pulalah yang disebut hakikat Sirothol Mustaqim dan Sirotholladzina an' amta 'alaihim dalam QS Al-Fatihah yang di ucapkan setiap kali solat, setiap kali berkirim do'a.
Yang dimaksud jalan pertama adalah Syeikh Mursyid dan jalan kedua adalah dzikir dan mengamalkannya.
#ThoreqatDzikir
#DzikirKhofiAmalanRukunImanKe1
#DzikirJaharAmalanRukunIslamKe1
#HusnulBidayahHusnulKhatimah
Komentar
Posting Komentar