Bukan ustadz / bukan ulama yang cuma pintar ceramah agama. Jangan salah berguru kepada ulama penjual agama untuk kepentingan politik dunia.
Guru mursyid adalah pemimpin petunjuk kebenaran, yang mampu membimbing kita lahir bathin menuju maqam arifbillah.
Sedikit Bocorannya:
Wali Mursyid itu bisa didapatkan dengan 3 cara:
(1) GURU MURSYID YANG ZAHIR,
adalah tuan guru ahli Makrifatullah + karam dengan Nabi Muhammad SAW + pewaris ijazah tarekat sufi.
Bisa anda temukan di perguruan tarekat misal guru tarekat naqsabandiyah, tarekat tijaniyah, tarekat Samaniyah, tarekat sazaliyah, tarekat Asrariyah dll
(2) GURU MURSYID YANG QADIM,
ada bersemayam di dalam jiwa kita, namanya MUHAMMAD AL MURSYIDUL AMIN Shallalahu 'alaihi wa salam .
Beliau adalah Mursyid yang utama, mursyid yang patent dan permanen, mursyid di atas guru mursyid.
Ketika belum diciptakan alam semesta, Dia bernama AHAD,
Ketika sudah zahir alam semesta, Dia disebut dengan bernama AHMAD (NUR MUHAMMAD)
ketika Dia zahir sebagai nyawa insan kamil pada jasad bani Adam, Dia disebut dengan nama MUHAMMAD.
Dialah Wujud Sifat Allah yang zahir sebagai nyawa diri kita yang sebenarnya.
Sebutan lain adalah Sayyidul Wujud al Haq / Abal Arwah / Ruh Al Qudsyi / ruh idhafi / ruh alam semesta / Akal Kreatif / Johar Awal yang Suci / Al Qur'an Qadim / Al Hayatun Nafs / Ya Sin / Tha Ha / dll...
Bagi yang tidak punya mursyid, berpegang teguhlah di jalur "yang empunya sholawat" ini, karena sholawat bisa sebagai pengganti Mursyid.
Zikir apapun tidak bisa sampai ke hadirat Allah tanpa dibantu perantara jalur silsilah guru mursyid yang benar, tapi kalo sholawat siapapun bisa langsung direspon Allah tanpa lewat perantara apapun. itulah istimewanya sholawat.
Bangga dong kita punya Mursyid yang hebat. Jalinlah hubungan silaturahmi lewat jalan sholawat yang banyak saat sholat dan tafakkur, atau Anda bisa minta bantuan perantara seorang Mursyid di tarekat Anda berguru, belajarlah bagaimana caranya.
Jangan nunggu sempurna ilmu. Jangan banyak mikir, repot cari teori nasab jalur ilmu segala apakah sampai ilmu ini ke Rasulullah SAW atau nggak.
Kenalilah lagi, bukankah wujud nyawa kita adalah zahir MUHAMMAD...?
Tanpa dia modar kita.
Tanpa dia tak punya ilmu kita.
Lebih dari dikata sampai nasab ilmu karena yang beramal itulah si MUHAMMAD.
Jangan sibuk berteori sehingga ragu-ragu mengamalkan ilmu.
Tak jadi soal belum bisa melihat, yang penting belajar merasakan kontak batin. Pelan-pelan belajarlah bagaimana rabithah dan ilmu tajalli Muhammad. Coba Praktikkan tiap hari.
(3) ZURIAT / SILSILAH RUH NENEK MOYANG kita terdahulu yang bermaqam "wali Allah", carilah dengan bertanya kepada guru mursyid yang kasyab. Jika sudah tau, lakukan kontak batin supaya akrab tiap saat. Jalin hubungan silaturahmi dengan cara kirimi hadiah zikirullah, tahlil, sholawat untuk beliau setelah sholat atau saat tafakkur.
Jika banyak pilihan beberapa orang jangan coba-coba pilih dari zuriat yang "berilmu jaya sakti" sebab Anda akan kerepotan dan tersesat jauh, yang bikin repot bukan ilmu saktinya tapi yang mengganggu dan menyesatkan itu adalah khadam-khadam Jin-nya. Mudarat nya, jin muslim yang paling alim itu sama dengan orang yang paling jahat di dunia.
Cirinya, ketika Anda sudah faham ilmu hikmah, ahlak Anda jadi sombong, tidak meniru teladan ahlak nabi Muhammad SAW, meremehkan syariatullah, mengatakan semua agama itu sama, kafir dan muslim itu sama aja, meremehkan / ogah sholat karena merasa sudah tamat (game over), dst.
Itulah yang kami maksud tipuan dan kebohongan Jin / syaitan yang diumbar kepada mereka. Mereka begitu meyakini kepalsuan itu sebagai kebenaran hakiki. Tanpa disadari mereka disesatkan oleh nafsunya.
Jadi telitilah dalam memilih silsilah. Cek track record-nya. Misal dominan ada keturunan raja, pilihlah "RAJA WALI" jangan pilih raja yang sakti. Bagus lagi kalo ada wali Allah, itu lebih mantap.
Pilihlah zuriat yang berilmu JAYA SEMPURNA (Wali Allah). Mengapa begitu?
Wali Allah itu sudah karam dengan Nur Muhammad sehingga tidak bisa diserbu ruhaninya oleh gangguan tipuan Jin / Syaitan,
kebenarannya jika yang Haq tajalli, maka yang bathil pasti musnah,
asas " NEPOTISME" soal ini masih kental, para wali zuriyat kita itu hampir setengah memaksa keturunan jalur mereka agar mau mengikuti faham ilmu hikmah yang benar,
Di samping itu keuntungan lain adalah mudah diberi petunjuk, menuntun Anda kepada jalan keselamatan menuju maqam arifbillah, mudah faham praktik ilmu hikmah, ilmu hakekat, ilmu makrifatullah.
Dijamin..., inshaa' Allah.
Selamat berburu...
Semoga Anda sukses dunia akhirat sebagai Arifbillah - "full power energi Laduni"
Komentar
Posting Komentar